Jumat, 2009 Maret 20

Surga Dunia

Meraih setengah dari pahala para mujahid.
Tidakkah itu yang bisa membuat aku kuat menjalaninya?
Apa gerangan kesedihan yang menggayut di wajahmu?
Tidakkah itu cukup untuk menggantikan neraka dunia?
Sungguh, tidak akan mudah pergi ke surga.
Aku mencintaimu karena ingin berada di dalamnya.

Kamis, 2009 Februari 26

Rumit

Sampai disini air mataku jatuh juga
Tidak tahu kapan akan mengering
Yang aku tahu aku mencintaimu
Tapi mengapa jadi rumit begini?

Kamis, 2009 Januari 08

Energi Cahaya

Cahaya bertebaran di sekitarmu,
butir-butirnya menempel pada dua kelopak matamu.
Tiba-tiba datang pada senja setiup dandelion yang terbang sendiri.
Salah satu mahkotanya yang halus berkata padaku,
"dialah mimpi",
"terbanglah bersamanya,"
"menjelajah bumi, memeluk awan, mengikuti kepak camar yang baru saja melewati semenanjung balkan,"
"lalu berlabuh di kota raya,"

Apa yang harus kupikirkan tentang itu?
Tidak ada!
Hanya sekelebat yang lewat di depanku,
itu engkau.

Aku sekarang juga
berlari padamu,
memelukmu,
dan menjadi setengah jiwamu.

--dedicated to Agung Setyabudi--

Senin, 2008 September 22

//Cried to Sleep//

Tidak perlu berkata apapun.
Aku sendiripun terlalu sulit untuk mendefinisikan apa yang kupikirkan.
Coba lihat mataku,
Lalu bahasa tubuhku.
Temukan kerutan di tengah keningku
Dan amati bibirku yang melengkung ke bawah.

Hingga kristal mataku berbulir keluar,
saat itulah aku akan berkata,
"Aku hanya ingin kau peluk, sayang.."

Tiga hari lagi...

Tiga hari lagi,
Di atas hatiku tertulis rencana manis
Pergi denganmu kesana!
Lalu apa yang akan disampaikan angin?
Ah, dia hanya tersenyum...

Besok ke Barat

Besok pergi, ke Barat.
Sebuah tempat dimana kau ingin membuang seluruh “kemarin”.
...
Ah, lagi-lagi angin hanya memberi seutas senyum.
Aku diam.
Lalu kuraih senyum itu
Kali ini rasanya lain...
...
Rupanya alam sedang memberi tanda
Dengan berbisik, sampai-sampai kelopak dandelion pun hampir tak dapat mendengarkan,
Jiwa dunia itu masih harus kucari

Selaput

Selamat malam, matahariku.
Aku benar-benar tak bisa menghilangkan kabut dari matamu
...
Selamat malam, matahariku
Bahagia dapat bermain dengan jiwamu
Walau hanya dengan menyentuh selaputnya saja.